Live shopping terus menunjukkan kekuatannya sebagai inovasi yang menjanjikan di dunia e-commerce. Setelah mengalami pertumbuhan pesat di Asia sejak tahun 2016 dan menyebar ke pasar global dalam beberapa tahun terakhir, pada tahun 2025, live shopping telah bertransformasi dari sekadar fitur tambahan menjadi bagian penting dari strategi banyak merek, marketplace, dan usaha mikro. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai tren live shopping di tahun 2025: perkembangan terbaru, platform yang unggul, perubahan perilaku konsumen, serta peluang dan tantangan yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis.

1. Apa Itu Live Shopping dan Mengapa Semakin Populer?
Live shopping adalah proses pembelian produk secara langsung melalui siaran streaming langsung. Dalam sesi ini, pembawa acara memperkenalkan barang, menjawab pertanyaan dari penonton secara langsung, dan menawarkan fitur pembelian instan. Keunggulan utama dari live shopping terletak pada interaktivitas dan rasa urgensi yang dapat meningkatkan tingkat konversi jauh lebih tinggi daripada iklan biasa atau foto produk yang statis. Pada tahun 2025, popularitas live shopping semakin meningkat seiring dengan keinginan konsumen untuk:
Mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih nyata
Memerlukan transparansi dan demonstrasi langsung
Menikmati pengalaman hiburan sambil berbelanja
Segera merespons promosi yang terbatas waktu
2. Statistik dan Pertumbuhan Global Live Shopping di 2025
Pasar global live commerce diperkirakan akan mencapai 720 miliar USD pada tahun 2025, meningkat signifikan dari 500 miliar USD pada tahun 2023. Di Asia, khususnya Tiongkok, live shopping menyumbang lebih dari 20 persen dari total transaksi e-commerce. Di Indonesia, pertumbuhan pengguna Shopee Live dan TikTok Shop Live meningkat hingga dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir, didorong oleh kerja sama dengan influencer lokal serta promosi flash sale.
3. Platform Live Shopping Terpopuler di 2025
a. TikTok Shop Live
TikTok tetap memimpin dalam tren ini dengan konten yang kreatif dan algoritma yang mendukung social commerce. Fitur seperti “Tambah ke Keranjang” langsung dari siaran langsung serta integrasi dengan video pendek menjadikan TikTok tempat utama bagi live shopping generasi muda.
b. Shopee Live dan Shopee Video
Shopee tetap mempertahankan posisinya sebagai pelopor live shopping di Asia Tenggara. Pada tahun 2025, mereka memperkenalkan fitur baru seperti:
Pertarungan langsung antar penjual
Gamifikasi selama siaran langsung
Flash Sale di waktu-waktu tertentu yang eksklusif
c. Instagram Live Shopping
Dengan fitur integrasi katalog dan pemesanan dalam aplikasi, Instagram mempermudah kreator dan merek untuk melakukan penjualan langsung dari konten siaran langsung mereka.
d. YouTube Shopping Live
Dengan integrasi ke dalam YouTube Shorts dan fitur pin link ke produk, YouTube menjadi platform live shopping yang populer di kalangan merek besar dan produk teknologi.
4. Tren Live Shopping yang Menonjol di 2025
a. Gamifikasi dalam Live Shopping
Gamifikasi menjadi elemen yang tidak terpisahkan pada tahun 2025. Penonton bisa:
Berpartisipasi dalam spin wheel saat siaran
Mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah
Memenangkan giveaway dengan menjawab kuis cepat
Hal ini menjadikan sesi live lebih menarik dan membuat penonton betah lebih lama.
b. Micro Influencer sebagai Pembawa Acara
Daripada menggunakan selebritas besar, banyak merek kini beralih ke penggunaan micro influencer (dengan 5. 000-50. 000 pengikut) karena tingkat keterlibatan mereka yang lebih tinggi serta lebih dipercaya oleh komunitas kecil yang mereka bangun.
c. AI Host dan Pembawa Acara Virtual
Beberapa platform kini telah mulai menggunakan avatar AI sebagai pembawa acara untuk live shopping. Avatar ini dapat berbicara, menjawab komentar, dan menyampaikan informasi produk secara otomatis sepanjang waktu. Teknologi ini sangat diminati oleh merek besar yang menginginkan efisiensi.
d. Belanja Langsung di Metaverse
Merek fashion dan gadget mulai menjelajahi metaverse dengan menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih mendalam. Pengguna dapat mengakses toko virtual, menyaksikan siaran langsung, serta mencoba produk secara digital.
e. Pembelian Berdasarkan Emosi
Teknologi AI sekarang dapat mendeteksi ekspresi wajah penonton saat mereka mengikuti siaran langsung. Beberapa platform sedang menguji fitur yang menyesuaikan penawaran sesuai dengan reaksi emosional penonton—contohnya, memberikan diskon tambahan ketika penonton menunjukkan antusiasme.
5. Perubahan Sikap Konsumen di Era Belanja Langsung 2025
Mendesakkan transparansi. Konsumen kini lebih kritis terhadap gambar produk, mereka ingin melihat langsung produk dipegang, dicoba, dan dijelaskan secara nyata. Lebih menginginkan interaksi. Konsumen mencari rasa keterlibatan, respon yang cepat, dan penghargaan selama siaran langsung.
Siap melakukan pembelian mendadak. Fitur penghitung mundur, promo terbatas, dan penawaran khusus memicu banyak konsumen untuk berbelanja secara impulsif. Setia pada pembawa acara favorit. Konsumen cenderung kembali menyaksikan siaran langsung dari pembawa acara yang mereka percayai dan nyaman.
6. Strategi Sukses dalam Belanja Langsung 2025
Jadwalkan Siaran Secara Konsisten
Melakukan siaran 1–2 kali seminggu pada jam prime time (antara pukul 7–9 malam) akan meningkatkan peluang menarik penonton tetap.
Gunakan Teknik Penceritaan
Jual produk bukan hanya melalui spesifikasi dan harga, tetapi dengan kisah: mengapa produk ini dibutuhkan, siapa yang memproduksinya, dan apa manfaatnya yang konkret.
Utamakan Interaksi, Bukan sekadar Penjualan
Luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan, menyapa penonton, atau bahkan menyebutkan nama mereka agar mereka merasa diperhatikan.
Tawarkan Penawaran Khusus
Contohnya, “Diskon hanya selama siaran berlangsung,” “Hadiah untuk 10 pembeli pertama,” atau “Kode voucher hanya tersedia saat live. “
Manfaatkan Pengulangan dan Klip Pendek
Cuplikan dari siaran langsung bisa digunakan sebagai konten reels, shorts, atau TikTok untuk memperluas jangkauan setelah siaran.
7. Tantangan dalam Belanja Langsung di 2025
a. Persaingan yang Ketat
Semua orang melakukan siaran langsung. Menonjol di tengah keramaian adalah tantangan yang signifikan. Solusinya: konten yang asli, interaktif, dan personal.
b. Fokus Konsumen yang Mudah Hilang
Siaran yang terlalu lama dan monoton membuat penonton cepat beralih. Durasi ideal adalah antara 30–60 menit dengan variasi yang menarik.
c. Membangun Kepercayaan pada Produk
Kasus penipuan daring membuat konsumen lebih waspada. Pembawa acara harus menunjukkan bukti keaslian produk dan testimoni yang terbukti untuk membangun kepercayaan.
8. Prospek Belanja Langsung Pasca 2025
Berbelanja melalui suara (voice commerce) saat menonton siaran langsung akan menjadi fitur yang baru—misalnya, cukup dengan mengatakan “beli sekarang” maka transaksi akan dilakukan. Belanja Langsung B2B mulai berkembang, seperti bisnis grosir yang memberikan diskon langsung dalam sesi siaran kepada mitra reseller. Review otomatis yang dihasilkan oleh AI akan menganalisis komentar dan reaksi audiens selama siaran berlangsung.
Belanja langsung di tahun 2025 bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi standar baru dalam industri e-commerce. Interaksi langsung, keterbukaan, dan hiburan adalah nilai-nilai yang diinginkan konsumen saat berbelanja. Dengan berbagai inovasi seperti AI, gamifikasi, dan integrasi media sosial, belanja langsung menjadi alat pemasaran dan penjualan yang semakin efektif.
Bagi para pelaku bisnis, inilah saatnya untuk serius membangun strategi belanja langsung yang terencana: mulai dari pemilihan pembawa acara, konten yang menarik, waktu tayang yang tepat, hingga promosi sebelum dan sesudah siaran. Belanja langsung adalah masa depan. Siapa yang menguasainya hari ini, akan menjadi pemimpin pasar di masa mendatang.
Tingkatkan visibilitas dan penjualan bisnis Anda bersama Jago Marketing, penyedia jasa digital marketing profesional yang siap bantu dari strategi hingga eksekusi! Mulai dari iklan Google & Meta Ads, SEO, social media management, hingga pembuatan konten—semua kami kelola dengan data dan hasil nyata. Jago Marketing, pilihan cerdas untuk bisnis yang ingin tumbuh cepat di era digital. Hubungi WA kami: +62 813-9088-8231 untuk konsultasi lebih lanjut.
Baca Juga: Webflow vs WordPress: Mana yang Lebih Baik untuk Website?
Untuk mengetahui infomasi selengkapnya Anda bisa mengunjungi website jagomarketing.id atau hubungi admin via Whatsapp
